Tuesday, 25 November 2008

Doa Nabi-nabi Dalam al-Quran

Doa Nabi-nabi Dalam al-Quran

Oktober 27, 2008

Doa Nabi Adam AS

“Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi.”
(Surah Al A’raaf :23)

Doa Nabi Nuh AS

“Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. dan Sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaKu, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaKu, niscaya aku akan Termasuk orang-orang yang merugi.”
(Surah Hud :47)

Doa Nabi Hud AS

”Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.”
(Surah Hud :56)

Doa nabi Ibrahim AS

Wahai Tuhanku,jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orng yang tetap mendirikan sholat.Wahai Tuhan kami,kabulkanlah doaku.Wahai tuhan Kami ,berilah keampunan kepadaku dan dua ibu bapaku dan sekalian orang orang mukmin pada hari berlangsungnya hisab(nanti)”.(SurahIbrahim :40-41)

Doa Nabi Yusuf AS

“Wahai Tuhanku! Sesungguhnya Engkau telah mengurniakan daku sebahagian dari kekuasaan (pemerintahan) dan mengajarku sebahagian dari ilmu tafsiran mimpi. Wahai Tuhan yang menciptakan langit dan bumi Engkau Penguasa dan Pelindungku di dunia dan di akhirat; sempurnakanlah ajalku (ketika mati) dalam keadaan Islam, dan hubungkanlah daku dengan orang-orang yang soleh”. ( Surah Yusuf : 101 )

Doa Nabi Ayub AS

“Wahai Tuhanku,sesunguhnya aku telah di timpa penyakit dan Engkau Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”.(Surah Al-Anbiyaa’:83)

Doa nabi Yunus AS

“Bahwasanya tiada Tuhan yang patut di sembah melainkan hanya Engkau,Maha Suci Engkau,sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim(Surah Al-Anbiya’:87).

Doa Nabi Musa AS

Nabi Musa berdoa dengan berkata: “Wahai Tuhanku, lapangkanlah bagiku, dadaku; “Dan mudahkanlah bagiku, tugasku; “Dan lepaskanlah simpulan dari lidahku, “Supaya mereka faham perkataanku; ( Surah Taha : 25 -27 )

Doa nabi Sulaiman AS

“Wahai Tuhanku,berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmatmu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal sholeh yang Engkau redhai dan masukkanlah aku dengan rahmatMu kedalam golongan hamba-hambaMu yang soleh”.( Surah,An-Namlu : 19 )

Doa Nabi Zakaria AS

Dia merayu dengan berkata: Wahai Tuhanku! Sesungguhnya telah lemahlah tulang -tulangku, dan telah putih melepaklah uban kepalaku; dan aku - wahai Tuhanku - tidak pernah merasa hampa dengan doa permohonanku kepadaMu. Dan sesungguhnya aku merasa bimbang akan kecuaian kaum kerabatku menyempurnakan tugas-tugas ugama sepeninggalanku; dan isteriku pula adalah seorang yang mandul; oleh itu, kurniakanlah daku dari sisiMu seorang anak lelaki. Yang layak mewarisi daku, juga mewarisi keluarga Nabi Yaakub; dan jadikanlah dia - wahai Tuhanku seorang yang diredhai serta disukai”.

( Surah Maryam : 4-6 )

Doa Nabi Isa AS

Nabi Isa ibni Maryam (pun berdoalah ke hadrat Allah dengan) berkata: Ya Allah, Tuhan kami! Turunkanlah kiranya kepada kami satu hidangan dari langit, untuk menjadi hari raya bagi kami, iaitu bagi kami yang ada hari ini dan bagi orang-orang kami yang datang kemudian, dan sebagai satu tanda (mukjizat) daripadamu (yang menunjukkan kebesaran dan kekuasaanMu); dan kurniakanlah rezeki kepada kami, kerana Engkau jualah sebaik-baik Pemberi rezeki”. ( Surah al-Maidah : 114 )

Doa Nabi Muhammad s.a.w

“Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami ! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir”.

( Surah al-Baqarah : 286 )


Sumber: http://aki2004.wordpress.com/2008/10/27/doa-nabi-nabi-dalam-al-quran/

Wednesday, 12 November 2008

Perspectives on change: A former chief of staff reflects

Perspectives on change: A former chief of staff reflects

Leon Panetta discusses how to make change happen, public–private partnerships and their effect on policy, and the major management challenges confronting the new administration.

NOVEMBER 2008 • Lenny Mendonca and Allen Webb

A long-serving politician with a reputation for getting things done and telling it like it is, Leon Panetta has had a distinguished public-service career. A lawyer by training, he joined the US Army in 1964, entered politics two years later, and represented California’s 16th (now 17th) district in the US House of Representatives from 1977 to 1993. He is best known for having served as President Bill Clinton’s chief of staff from 1994 to 1997. Today, he is the director of the Leon & Sylvia Panetta Institute for Public Policy, a not-for-profit, nonpartisan center located on the central coast of California—his birthplace.

Recently, Panetta sat down with McKinsey’s Lenny Mendonca and Allen Webb to share his views on how to make things work in the public sector, how to develop strong leaders, the importance of private-sector involvement, and the challenges confronting the US government.

The Quarterly: What enabled you to get things done during your time in Washington?

Leon Panetta: I have often said that my Army experience was a great deal more important than any government experience. In the military, I saw that you need someone at the top who is capable of running a strong organization: establishing a chain of command, maintaining a list of priorities, and making sure that everyone is working toward the same goals. All managers have to be aware of their priorities—even the president of the United States. The bully pulpit isn’t worth much if you don’t have a clear sense of mission.

I used that principle of mission—of knowing your goals and collaborating to achieve them—when I became chief of staff. The situation was pretty confused; there was no organizational chart of the White House. If you had a meeting, 30 people would show up because nobody told anyone else that they didn’t belong. The result was chaos. My first task was to establish a clear chain of command, responsibility, and discipline.

The critical element I used on a daily basis was a series of staff meetings. One, held early in the morning, involved key people in top jobs at the White House. We looked at issues, discussed our mission for the day, and anticipated problems and crises. The exercise was to share advice and make sure every member of this group knew what was going on and where we were headed. Then I ran a larger staff meeting to involve everybody else. Those meetings were extremely important for getting input and spotting problems.

The Quarterly: How did you strike the right balance between responding to short-term challenges and tackling the administration’s longer-term priorities?

Leon Panetta: One of the decisions I made early on was that we could not be reactive. When I came into the White House, schedules were operating almost day to day—maybe a couple of weeks in advance at most. We established a six-week schedule to look ahead to everything that needed to get done and developed a focus for that schedule. Was education going to be a priority? Health care? Crime? Were there foreign-policy trips that needed to be planned? Basically, we wanted to handle all this ahead of time because we knew crises would always emerge that we would have to deal with. The idea was never to lose sight of the fundamental mission.

The Quarterly: How similar—or different—do you think management principles are between the public and private sectors?

Leon Panetta: I’m sure the sense is that these are two different worlds. But I think the fundamental principles—developing a strong organization, operating with a list of priorities, and creating a coordinated team effort—are very much the same. You see these basic principles much more in the private sector because in the public sector, the profit motive isn’t there driving people to figure out the most effective ways to get things done.

So in the public sector, the way these principles are implemented ends up depending an awful lot on who’s in charge. Too often, public-sector bosses let their people get into a grind where they do the same things day in and day out. They’re moving paper from the in-box to the out-box, without a larger sense of mission and priorities. Sometimes they prefer to operate in their particular program or area of expertise and just stay under the radar, because they know that the more they communicate, the more they will be subject to other people’s discipline and intervention.

One of the great temptations in government is to let everybody do their own thing and disappear into their own area and to think it’s all fine as long as nothing unfortunate happens or no scandal emerges. But the job of department heads and supervisors is to make sure nobody operates under the radar. You need very strong supervisors to keep people from losing their ability to relate to the larger mission.

The Quarterly: What can senior executives in government do to develop strong leaders and supervisors?

Leon Panetta: I think the most important way to inspire leadership, whether in government or in the corporate world, is to give people the opportunity to say what they want and then to pay attention to what they say. You have to reward people for being honest and talking straight. Too often, I have been part of leadership groups where nobody likes to tell the boss what’s really happening—especially if the boss is the president of the United States and the news is bad. But having people around who are willing to say what they believe is invaluable. Similarly, you have to support people willing to take measured risks. Finally, it’s important to lead by example and be willing to work hard. You won’t develop leadership if you just punch in and punch out.

The Quarterly: What role do you see for the private sector in addressing major societal challenges?

Leon Panetta: Business leaders underestimate their ability to influence policy. I know they feel they can affect policy by giving money and holding fund-raisers for people running in campaigns. But the effect is even more significant when a group of business leaders comes together and champions a particular cause. When I was chair of the budget committee, a group of executives came in and said that it was really important to discipline the federal budget in order to reduce the deficit. They came forward and presented some ideas, and it was apparent they really cared about the issue. That made a difference.

We also saw this level of engagement when ten major corporations, including BP, were concerned about establishing some control on carbon emissions. They felt that this was a really important issue and collaborated to present a strong case for it. That had more impact on policy on this issue in Washington than almost anything else. Policy makers pay attention when business leaders are willing to engage as a group.

You see a lot more going on today in the private sector with regard to these types of issues. The reality is that if companies aren’t on the cutting edge of dealing with challenges like global warming or education or the impact of energy issues, it’s going to affect their business. If government is not taking responsibility, the private sector should.

But the best approach, in our democracy, is to have strong public–private partnerships, because even if the private sector can make some gains, it still requires government support to implement broad policy changes. An example of a partnership would be providing incentives for R&D so that the private sector can engage in cutting-edge technology: the Internet, telecommunications, and so on.

The Quarterly: The United States is heading into a change of administrations. What are the big management issues that the new president will have to face?

Leon Panetta: The big challenge is going to be selecting a team of qualified people who are good managers as well. The president is going to be coming off a successful campaign, and so his natural instinct will be to rely on campaign people to assist during the transition. That’s probably the biggest mistake. Taking over the government involves operating in a completely different sphere.

The problem is that gearing up at the federal level takes six months to a year. No president has his entire team in place right after the inauguration. What’s imperative is to develop the key team of players who can assist the president with issues that he will have to deal with immediately, so things don’t fall apart. The responsibility then will be to backfill over the next year: organize the cabinet, find the right people to head departments and agencies, fill subcabinet positions, and so on.

The Quarterly: We’re also headed into another transition, a turnover of government personnel as the baby-boom generation retires. What’s your take on that?

Leon Panetta: It’s a very scary prospect, and I don’t think many people have really focused on this issue. One problem is that if you are operating at a higher level, you have to go through a horrendous nominating process that involves not only background checks but also a very difficult confirming process on Capitol Hill. Then there is the low level of pay, which has made it hard to attract qualified people. Also, there is a view that the public sector is a huge bureaucracy and that everybody is a cog in the machine.

When I came back from Washington, it became clear as I talked to students that they were turned off by politics. And that really concerned me, because my years in public life were inspired not only by my parents and two years in the Army but also by a president who said it was important to give something back to the country. For whatever reason, that message was not getting across to young people, and I felt it was important to establish an institute that would try to spark that interest. That’s the purpose of the Panetta Institute—to inspire young people to think about a public-service career—and I’m proud to say our programs are working. A lot of the students who have gone through our programs are in public life, either at the state or federal level.

The Quarterly: You’ve spoken a lot in public about the need for change in government. What do you think it will take to bring about real change?

Leon Panetta: There has to be honest conversation and dialogue, and a willingness to engage in a little give-and-take. Politicians on both sides of the aisle have to be open to compromise; their main objective should be to govern rather than to win. If you’re not willing to have that dialogue, if you’re not willing to put everything on the table, if winning is more important than governing, if getting your 30-second sound bite is more important than solving problems—then the government will not work.

One message I try to convey to my students all the time is that in our democracy, you can bring about change either through leadership or through crisis. If there is no leadership—if political leaders are not willing to take risks, have honest conversations, and make tough decisions—then crisis will drive policy. Unfortunately, that’s where we are today. Crisis is largely driving policy.

I think another missing ingredient these days is that nobody wants to talk about sacrifice. It’s a politically unpopular word, and yet it’s what success in this country comes down to. My brother and I would never have had the opportunity to go to college and become lawyers if my immigrant parents had not sacrificed. The greatest moments in our nation’s history have been when Americans pulled together and made sacrifices to get things done. It’s been a long time since we’ve resurrected the spirit of sacrifice in this country.

Source: http://www.mckinseyquarterly.com/Public_Sector/Management/Perspectives_on_change_a_former_chief_of_staff_reflects_2241

MBA: The devil's work for those starting a business

Something to think about ...

MBA: The devil's work for those starting a business

Newly-qualified MBA graduates tend to assume that their piece of paper automatically qualifies them to be a freelance consultant or to run their own business. Think again, says Robert Craven.

Running a business is about action, it is not about theory. What is great in the classroom (because it is intellectually attractive or academically rigorous) is not always relevant in the real world.

Business planning is a great way to make mistakes on paper; but you'll learn even more in the marketplace. The market is brutally honest and gives you real feedback. You will be successful if you provide something that people want - in a way that they want it. The best (and fastest) way to learn is by spending your own money and by paying for your own mistakes. I only learnt about the value of money when I started losing my own!

There is one basic question you need to ask yourself about your new business – why should people bother to buy your product? And why should they bother to buy from you, especially when there are so many other people selling similar products at similar prices? What will make you different?

Do not compete on price. The bigger organisations with bigger budgets and buying power will always beat the smaller player on price. You must compete on everything but the price. Be faster, smarter, slower, nicer, cleverer, more local, ruder - be different.

There are four main skills that every entrepreneur needs. The first is vision – the ability to see into the future, to imagine how things could be. The second is passion – a sheer belief and conviction in one's ideas and actions. Then there's determination – the willingness to persevere, often against the odds, to create something new where there was nothing. Communication/delegation skills are also vital – the ability to muster the skills and efforts of other people to help to create and deliver a dream, to take something from the imagination and turn it into an actual product or service that people will buy. If you possess these skills, you're already half way there.

So, what aspects do you need to consider to set up on your own?

The market: How good is your idea? Test it on friends and strangers. What problem are you solving? Who is going to buy your product? Why? Who are your competitors? How will you be different, better and smarter? How will you make the first/tenth/hundredth sale? You will make no sales if it is a lousy product, or because of your lousy marketing. So throw away Kotler [author of How to Create, Win, and Dominate Markets] and start listening to potential customers.

Objectives: What is the business trying to achieve? What is your motivation? What is your definition of success?

Resources: What do you own and what resources can you use (physical, human, intellectual and financial resources) to make the business idea come to fruition? What will you need in a year's time?

Financials: What do the projected cash-flow and profit and loss forecasts look like? How are prices set? What is the cost structure? The key issues are economic viability, price and profit. Is there someone in the business who actually understands how the finances work?

Ability: Have you got what it takes? How relevant is your knowledge, attitude, experience and character?

Starting your own business isn't easy. Fear is a perfectly natural emotion. What limits have you set for yourself subconsciously? If you believe that you cannot swim then you will not be able to swim. How do you limit yourself? If you aren't sailing close to the wind then you are probably not taking enough risks. Acknowledge the fear and make a calculated decision. Use the adrenaline and energy that the fear creates to work for you rather than against you. Cut the excuses and just do it.

Branding is absolutely crucial. You can't afford to not communicate your brand. Everything about your business communicates something, so ask yourself what it is that you want to be communicating? Less is more, so simplify everything.

Separate yourself from the competition. Make yourself different and sharpen your thinking by spending some time with people who come at things from a different angle. Remember: the best ideas will come from the strangest of places. You should never be afraid to ask stupid questions.

Finally, work on, not in your business. When Ray Kroc started McDonald's, he never intended to work in the business cooking beefburgers; he always intended to work on the business, creating the architecture, the empire.

Don't shy away from passion.

Robert Craven is the keynote speaker and author of the best-selling business book 'Bright Marketing - why should people bother to buy from you?'. As MD of The Directors' Centre, the consultancy for growing businesses, he works with ambitious directors to break through constraints on business growth. He can be contacted at rc@directorscentre.com or on +44 (0)1225 851044

Source: http://www.businesszone.co.uk/cgi-bin/item.cgi?id=187114&d=1095&h=1097&f=1096


Meet Arsenal's real dream team

Premier League - Meet Arsenal's real dream team

Eurosport - Wed, 12 Nov 13:09:00 2008

Those who watched Arsenal's kids outclass a full-strength Wigan side in the Carling Cup on Tuesday night were again left wondering just where Arsenal keep finding all these players?

Arsenal's ability to unearth gems from around the world is now legendary but still little is known about the people who actually find all these amazing talents.

Eurosport.yahoo.co.uk takes a look at Arsenal's real dream team - their scouting network - a collection of individuals who save the club a fortune in transfer fees.

Manager - Arsene Wenger

We have to start at the top, and manager Wenger really is the brains behind the whole operation. From his first day in charge he set about bringing a global vision to the club. Only after studying an extensive dossier and video footage of a player will Wenger even consider making a move for him. He is always the ultimate judge when it is decided whether a player is good enough for Arsenal.

Chief scout - Steve Rowley

The leader of a scouting operation that includes seven English scouts and 16 more abroad, Rowley will always travel to watch a player before he is recommended to Wenger. Rowley has been at Arsenal for 30 years and discovered the likes of Tony Adams and Ray Parlour, but before Wenger arrived he had never been on a working assignment outside of Britain. Since then he has travelled all over the planet and is held in such high esteem that clubs have constantly tried to poach him. He recently turned down a big money move to Zenit St Petersburg.

Spanish scout - Francis Cagigao

Cagigao is a former youth player at Arsenal and Barcelona but while he never quite made it as a first-teamer he has become a valuable asset as a scout. Cagigao is the man who identified Cesc Fabregas as a player worth chasing and he recommended Lionel Messi to Arsenal with work permit issues preventing a move for the Argentine at the time. Recently he discovered Fran Merida - tipped as the 'new Fabregas' - who starred against Wigan.

South American scout - Sandro Orlandelli

Based in Brazil, Orlandelli immediately called Rowley when he saw Carlos Vela playing at the World Youth Championships in Peru. Orlandelli also became friends with Vela's father, which helped seal the deal. Denilson was another Orlandelli discovery, while he also first spotted young left-sided player Pedro Botelho who is currently on loan at Salamanca in Spain. He scouted Sao Paulo striker Diogo, for whom Arsenal have had two recent bids rejected.

The close friend - Jean-Marc Guillou

Not directly on the Arsenal payroll - Guillou has still been a key player in the Arsenal success story. His football schools in Africa helped unearth Kolo Toure and Emmanuel Eboue, and his close relationship with Wenger made sure that the Arsenal boss found out first. Guillou was also manager of Belgian club Beveren during the co-operation agreement between the clubs which ran from 2001until 2006.

French scout - Gilles Grimandi

Wenger has an in-depth knowledge of the French game, but when he hears about a top prospect in his homeland he instructs former player Grimandi to keep a keen eye on the player. Positive reports from Grimandi on the likes of Abou Diaby, Bacary Sagna, Alex Song, and Mathieu Flamini persuaded Wenger to sign the players.

The international partnerships performance supervisor - Steve Morrow

Most famous for scoring the winning goal in the 1993 League Cup final before breaking his arm in the post-match celebrations - Morrow recently started managing Arsenal's international partnerships, which currently includes the Colorado Rapids of the MLS, BEC Tero of Thailand and Hoang Anh Gia Lai of Vietnam. Morrow also assists Arsenal's academies in countries such as Egypt and Ghana.

Scandinavian scout - Bobby Bennett

Bennett has been working for Arsenal in Scandinavia for seven years and helped to persuade Nicklas Bendtner to join the club by presenting him with a signed shirt from his favourite player - Robert Pires. Bennett also scouted Havard Nordtveit, a 17-year-old Norwegian centre-half who is considered one of Arsenal's top prospects and who is currently on loan with Botelho at Salamanca.

Germany scout - Thomas Kost

It didn't 'Kost' much for Arsenal to get either Philippe Senderos or Lukasz Fabianski because both were spotted by Kost early in their careers.

Italian scout - Tony Banfield

Banfield is the son of reserve team coach Neil. His big recent discovery was Johan Djourou who came up on his radar after he overheard two agents talking about the Swiss centre-half at a youth tournament in Croatia.

The ex-Players - Peter Clarke and Danny Karbassiyoon

Two more former Arsenal youth players are part of the Arsenal scouting network, with Clarke based in Holland and Karbassiyoon covering North America and Mexico.

The head of youth development - Liam Brady

The Arsenal and Ireland legend oversees the development of the young players once they arrive at Arsenal, ensuring they can play Wenger's unique brand of football He has been at the club since just before Wenger arrived in 1996. Former Arsenal great Steve Bould is also involved with the youngsters as head coach of the Under-18 Academy side.

Seán Fay / Eurosport
http://uk.eurosport.yahoo.com/12112008/58/premier-league-meet-arsenal-s-real-dream-team.html

Tuesday, 11 November 2008

Ustaz Hasrizal - 2 baca

Re: [ummiku-sayang] Ustaz Hasrizal talk last Saturday

Salam,
Agree with sis Shazreen. A lot of tips received. Eventhough we have attended many talks and read many parenting books, but what Ustaz shared were all with reference to the Quran and Hadith.
Some of the points I can share:
- Parents have to go BACK TO BASIC - It is us PARENTS who are responsible to shape our children. Not the teachers, schools, grandparents... US. Why? Because parents have something extra i.e "Kasih Sayang". When you show your love to your children and they give you their unconditional love, then it is easier to ask them to obey you. Otherwise, it will be seen as a burden to them. He showed a video of Petronas' Raya ad 2007 to illustrate the point.
- Kasih Sayang also equates to ATTENTION. Not material gifts. He gave an example of how a poor family who have a close family bond is better than a rich family where the children and parents are hardly together due to their busy schedules.
Apakah keperluan anak-anak?
(1) Fizikal - makan, minum, rumah etc. This one, all parents of most species do. So, kalau parents tu ingat tugas dia cuma nak bagi rumah, makan, minum & pakaian sahaja, he is the same as other animals.
(2) Akal - education, ilmu. This is either through formal or informal ways. School or life skills that provide knowledge to them.
(3) Emosi - kasih sayang, perhatian... Now this is where some parents start to "slack". Maybe the first two needs are fulfilled prefectly, but due to their busy schedules or whatever, they fail to tend to the emotional needs of their children.
(4) Hati - perlu kepada IMAN dan AGAMA. Here pun lagi ramai yang fail. Some equate the education that they provide via schools as the same as providing the IMAN. But it is not so. It doesn't mean sending the child to the best Islamic schools will be the same as giving them iman. And again, it is us as parents who are responsible to plant this seed in our children.
How? It is important to tell the children of "TUJUAN HIDUP". What is the purpose of our life? Without this understanding, we will be living our life like a soccer player playing in a field without the goal posts. Allah Mentions in the Quran " Tidak Aku jadikan manusia & jin, kecuali untuk beribadah kepadaKu". Manusia and Jin have the same roles here but manusia is given an extra role which is to be a KHALIFAH on this earth. What is the role of a Khalifah? Simply put - Make ourselves good, help others be good and take care of our surroundings (environment, society etc). "Good" here of course refers to being a good Muslim, following the rules of the Quran and Sunnah.
- Don't focus on the "presenting problem". We tend to look at issues of one not wearing the hijab, not praying, not fasting etc and react to the problem directly. But the more serious issue is the problem that relates to understanding one's dependency to Allah (perlukah saya kepada Allah?). Example - if you were invited to receive a Datukship at the Istana and the dress code requires you to wear black baju melayu, samping, shoes etc, would you disobey it? Most likely no. Why? Because you see that your Datukship is dependent on that ruling. If you refuse, you won't get the award.
It is the same here. We need to understand our dependence to Allah. We are all but His servants. Therefore, we should obey the rules that has been stated for us in the Quran and Sunnah. So, the problems that we see really has to be solved by understanding this concept, which Ustaz called "Asas Aqidah".
For children, we need to "suburkan" their love to Allah. Let them see the wonders and the blessings of Allah upon them. We need to make them understand that there is a reward for following the rules of Allah. We need to show them how dependent we are to Allah.
Banyak lagi yang dia share, yang tak dapat nak ditulis disini. Maybe others can share as well.
Do check out his website SaifulIslam.com. To check out our photos, click here:
Wassalam,
Lily
On 11/10/08, shazreen zakaria <shaz_r33n@...> wrote:

Salam
Memang a lot of tips that we received. The best part was knowing that anak seorang ustaz pun boleh buat perangai cam anak i yg ibu dia masih banyak lagi kena belajar..I'm not alone after all, phew!...It was an eye opener esp to my hubby coz i selalu gak pokpek pasal being at home but not being together. selalunya bebudak kat depan infront of the tv, i kt dapur n he in the room either w the hp, or newspaper..Sekali sekala appear bila ada yg nangis..So bila ustaz yang cakap terkesan la jugak..The next day, we tried to puji them esp when they were acting good and alhamdulillah wat a blissful weekend i had! Now to maintain and enhance the good behaviour..The biggest challenge i feel in educating and raising my kids is myself: kurang sabar and kurang ilmu. So to ummikusayang Kudos to ur team for bringing this workshop close to all of us..InsyaAllah with all the ilmu that we received we will become Supermums and Cooldads!
Wasslam

--- On Sun, 11/9/08, Norhasnitatini <norhasnitatini@...> wrote:
From: Norhasnitatini <norhasnitatini@...>
Subject: Re: [ummiku-sayang] Ustaz Hasrizal talk last Saturday
To: ummiku-sayang@yahoogroups.com
Date: Sunday, November 9, 2008, 8:09 PM

Salaam--
ALhamdulillah managed to attend the talk last saturday.
So true... mmg tak cukup masa, rasa macam byk lagi tak cover, alih2 dah time!
The following day, a few times i reminded my hubby to go mingle with my kids whenever
they were on their own.. nak praktikkan saranan ustaz supaya hadirkan diri untuk anak2
bila mereka behave, bukan hanya bila mereka naughty.
Lucky hubby was at the talk too :-) .. sebabnya my husband mmg selalu akan appear bila mereka
nakal/bergaduh/ menangis sahaja. Bila anak2 behave, i.e reading books, coloring, main among themselves
dgn aman - we all pun akan buat kerja sendiri, if hubby mmg ngadap laptop je lah.
So lepas balik dr talk ustaz, we all try untuk 'appear' bila anak2 behave.. and tell them how good they are..
puji2 lebih sikit, join them for a while.. before we go back to our work.
In short, soooo many things that we as parents need to change.
Dan SIBUK adalah musuh utama :-(
Nita

Tuesday, 4 November 2008

Najib's budget updates

Published: Tuesday November 4, 2008 MYT 5:41:00 PM
Updated: Tuesday November 4, 2008 MYT 7:57:12 PM

Economic package unveiled (Updated with full text)


KUALA LUMPUR: The Government dialled down its projected gross domestic product (GDP) growth for 2009 from 5.4% to 3.5%, but said it would inject RM7bil to strengthen the economy and boost confidence within the private sector.

The RM7bil will come mainly from savings earned from the reduction of fuel subsidies announced earlier this year, Finance Minister Datuk Seri Najib Razak said in Parliament here on Tuesday when announcing the Government’s economic stimulus package (full speech in Bahasa Malaysia below).

The budget deficit is projected to rise to 4.8% from the 3.6% expected earlier, after estimated revenues were dialled down from RM176.22 billion to RM168.73 billion.

The inflation rate is expected to hold steady at around 3-4%, he said in announcing the revised Budget 2009.

His briefing on the stimulus package in Parliament was interrupted several times by Pakatan Rakyat Members of Parliament.

Speaker Tan Sr Pandikar Amin Mulia ordered Batu MP Tian Chua to leave for disobeying his instructions, which led to Opposition MPs walking out in protest.

Among the measures Najib announced were:

1) RM1.2bil to be allocated to build more low- and medium-cost houses;

2) Abolishing the 5% import duties on fertilisers, cement and steel;

3) Allowing hypermarkets to close late (weekdays 11pm; weekends 1am);

4) RM500mil for the maintenance of police stations and quarters, as well as Army camps;

5) RM200mil for Chinese, Tamil, religious and mission schools;

6) RM200mil for pre-school education; and

7) Employees can reduce their EPF contributions by 3% on a voluntary basis for up to two years.


UCAPAN MENGGULUNG PERBAHASAN BAJET 2009 DI PERINGKAT DASAR BAGI KEMENTERIAN KEWANGAN DI DEWAN RAKYAT PADA 4 NOVEMBER 2008

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Tuan Yang DiPertua,

1. Terlebih dahulu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Ahli-ahli Yang Berhormat yang telah mengambil bahagian dalam sesi perbahasan Bajet 2009, khususnya yang membabitkan perkara-perkara di bawah bidang kuasa Kementerian Kewangan.

Banyak perkara yang telah ditimbulkan semasa perbahasan tersebut dan Kementerian Kewangan akan memberi perhatian terhadap semua teguran dan berusaha melaksanakan cadangan yang sesuai yang telah dikemukakan.

Ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan Bajet 2009 dapat mencapai matlamat yang dinyatakan dalam Ucapan Bajet oleh YAB Perdana Menteri pada 29 Ogos 2008 yang lalu.

2. Penggulungan pada kali ini mencatat sejarah kerana jawatan Menteri Kewangan Malaysia beralih selepas pembentangan Bajet 2009 dan sebelum penggulungannya. Di sini izinkan saya merakamkan penghargaan dan terima kasih kepada YAB Perdana Menteri di atas keyakinan beliau melantik saya mengambil alih porfolio Menteri Kewangan.

YAB juga telah berjaya menguruskan sebuah ekonomi yang mempunyai asas yang kukuh dan berdaya tahan.

3. Keduanya, kerana tercetus ledakan krisis kewangan global selepas pembentangan Bajet 2009 di Amerika Syarikat dan Eropah yang bahangnya sedang dirasai oleh dunia termasuk Malaysia. Justeru itu, Tuan Yang Dipertua, saya tidak akan mengambil sikap untuk semata-mata menjawab semua teguran dan cadangan seperti amalan biasa waktu perbahasan penggulungan.

Sebaliknya di samping melakukan perkara tersebut, saya bercadang untuk membentang langkah-langkah tambahan sebagai “Policy Response” terhadap krisis kewangan dunia agar ekonomi Malaysia terjamin pertumbuhan dan rakyat Malaysia tidak terlalu tertekan. Kerajaan beriltizam untuk melakukan segala yang termampu untuk terus membela rakyat dan menyelamatkan ekonomi negara.

4. Ingin dimaklumkan bahawa saya berhasrat untuk memberi laluan penjelasan hanya selepas saya membentangkan langkah-langkah tambahan bagi Bajet 2009.

5. Semasa awal perbahasan Bajet 2009 ini, beberapa Ahli Yang Berhormat daripada pihak pembangkang telah menyarankan agar Bajet 2009 dikaji sepenuhnya dan dibentangkan semula kepada Parlimen, berikutan perubahan iklim ekonomi dunia sejak akhir-akhir ini.

Kerajaan tidak akan membentangkan bajet baru 2009. Desakan untuk merobah keseluruhan dan membentang semula Bajet 2009 hanya akan membantutkan usaha Kerajaan untuk memastikan momentum pertumbuhan ekonomi negara dapat dicapai.

Kerajaan akan terus menumpukan perhatian kepada usaha mengurus hal ehwal negara dan memperbaiki kehidupan rakyat agar ekonomi negara tidak akan melanda kemelesetan.

Oleh yang demikian, adalah penting untuk meneruskan rancangan perbelanjaan Kerajaan bagi tahun 2009 demi memastikan pertumbuhan ekonomi yang mapan untuk kesejahteraan rakyat.

6. Saya ingin menegaskan kepada Dewan yang mulia ini bahawa Kerajaan sentiasa sedar dan memantau rapi perkembangan ekonomi di peringkat global dan domestik.

Ketidaktentuan dan impak krisis kewangan global ini telah membawa implikasi negatif kepada pasaran kewangan negara kita. Alhamdulillah, dasar, kawalselia serta langkah berhemah Kerajaan yang telah dipraktikkan sebelum ini telah menjadikan asas-asas kewangan negara kekal kukuh.

7. Tidak seperti krisis kewangan Asia 1997/98 dulu, pasaran kewangan dan hartanah Malaysia tidak dibelenggu petanda-petanda (symptoms) “speculative bubble” di dalam pasaran kewangan dan hartanah domestik.

Selain itu, Malaysia tidak terdedah kepada penularan produk kewangan inovatif yang kompleks dan tidak dikawal, yang merupakan antara punca utama krisis subprima dan kewangan di peringkat antarabangsa.

Sementara itu, sebahagian aset pasaran modal di Malaysia adalah berteraskan prinsip syariah yang mengamalkan tahap hutang dan pengurusan kewangan yang berhemah.

8. Tambahan lagi, jumlah tabungan negara berada pada paras yang tinggi iaitu sebanyak 37 peratus daripada Keluaran Dalam Negara Kasar (KDNK). Ini mencerminkan negara mempunyai lebihan mudah tunai yang boleh digunakan untuk menjana aktiviti ekonomi.

Sektor perbankan kekal kukuh dengan hutang tak berbayar (NPL) yang rendah iaitu 2.5 peratus dan nisbah modal berwajaran risiko (RWCR) sebanyak 13.2 peratus, jauh melebihi paras 8 peratus dalam piawaian antarabangsa.

9. Semua pencapaian ini tidak berlaku secara kebetulan. Selain daripada kepimpinan politik yang berhemah dan bijaksana, kerajaan juga mengiktiraf peranan badan kawalselia seperti Bank Negara dan Suruhanjaya Sekuriti yang telah melaksanakan tugas mereka secara profesional bagi mengawal-selia sistem kewangan agar sentiasa berada di landasan yang betul.

Pendekatan kerajaan yang menguruskan ekonomi yang dulunya di anggap unorthodox (melawan arus), tetapi kini telah diiktiraf sebagai satu keperluan bagi mengatasi kemelut ekonomi terkini yang melanda ekonomi negara besar dunia.

10. Namun yang demikian, kerajaan bukannya “in denial” ataupun menidakkan yang nyata dan benar sebagaimana tuduhan pembangkang. Walaupun Malaysia tidak mengalami krisis kewangan secara langsung dan mempunyai asas-asas kewangan yang kukuh, kita sedar bahawa Malaysia tidak terkecuali atau terlindung daripada menghadapi risiko perkembangan global yang amat mencabar ini.

11.Bajet 2009 telah dirangka dengan mengambil kira pelbagai faktor dan ianya tidak perlu dikaji semula sepenuhnya. Bajet 2009 sememangnya sudahpun mengunjurkan pertumbuhan ekonomi yang lebih perlahan bagi tahun 2009. Sebagai Kerajaan yang prihatin, penekanan telah diberi kepada pembangunan sosioekonomi masyarakat, terutamanya yang miskin dan berpendapatan rendah selain daripada memberi tumpuan kepada pertumbuhan ekonomi yang mapan. Dalam perkara ini, penekanan telah diberi kepada perluasan Jaringan Keselamatan Sosial untuk menyokong golongan miskin dan berpendapatan rendah, di desa dan di kota, di pekan kecil dan kampung terpencil.

12.Ini selari dengan hasrat kita untuk menghapuskan kemiskinan tegar menjelang 2010, seperti yang disasarkan oleh YAB Perdana Menteri. Sebagai pengganti beliau di Kementerian Kewangan, saya akan pastikan hasrat murni ini akan tercapai. Ini juga secara langsung dapat meningkatkan kuasa beli rakyat dan merangsang pertumbuhan permintaan dalam negeri. Penekanan juga diberi kepada pelaksanaan program dan projek Rancangan Malaysia Kesembilan terutamanya yang berimpak tinggi untuk menjana pertumbuhan ekonomi negara yang berdaya tahan.

13.Dengan itu, Kerajaan komited untuk mengambil langkah-langkah yang sesuai bagi mengukuhkan tahap keyakinan di dalam negeri dan terus menjamin kesejahteraan rakyat. Walaupun hasil Kerajaan akan berkurangan ketika penurunan harga komoditi yang mendadak serta permintaan global yang lembab, Kerajaan akan terus melaksanakan langkah perbelanjaan yang telah dirancangkan. Ini termasuk memperluaskan program Jaringan Keselamatan Sosial, memperkasakan pendidikan, membangunkan infrastruktur sokongan dan membangunkan kawasan luar bandar, termasuk di Sabah dan Sarawak.

14.Kerajaan yakin ekonomi negara pada tahun ini mempunyai daya tahan untuk menghadapi persekitaran global yang mencabar kerana momentum pertumbuhan ekonomi negara terus kukuh. Pertumbuhan ekonomi domestik disokong, terutamanya oleh peningkatan perbelanjaan permintaan dalam negeri. Berdasarkan senario ini, saya yakin dan percaya negara akan mencapai sekurang-kurangnya 5 peratus pertumbuhan KDNK bagi tahun 2008.

15.Penunjuk ekonomi global sejak akhir-akhir ini semakin membimbangkan yang dijangka memberi kesan negatif kepada pertumbuhan ekonomi global dan perdagangan antarabangsa pada tahun hadapan. Berikutan itu, banyak negara termasuk di rantau Asia, telah menyemak semula unjuran pertumbuhan KDNK kepada paras yang lebih rendah. Ini termasuklah Singapura yang telah menurunkan anggaran pertumbuhan KDNK daripada 4 atau 5 peratus kepada 3 peratus bagi tahun 2008. Bagi tahun 2009, negara India juga telah menurunkan anggaran pertumbuhan daripada 8.5 peratus kepada 7.7 peratus, manakala pertumbuhan negara China dijangka menurun daripada 9.7 peratus kepada 9.3 peratus.

16.Dengan mengambil kira kesemua faktor global dan domestik serta pelaksanaan langkah-langkah tambahan Bajet 2009, saya dengan ini mengumumkan bahawa sasaran pertumbuhan KDNK yang dikaji semula pada tahun 2009 ialah 3.5 peratus. Ini masih ditahap yang memuaskan berdasarkan kepada senario ekonomi global semasa.

17.Sementara itu defisit fiskal Kerajaan bagi tahun 2009 masih ditahap yang terkawal yang dianggarkan sebanyak 4.8 peratus. Punca defisit ini ialah kerana kerajaan memilih untuk terus mengadakan bajet yang mengekalkan momentum pertumbuhan ekonomi. Tahap ini adalah serupa dengan anggaran defisit tahun 2008. Defisit 4.8 peratus ini adalah bersifat sementara, dalam lingkungan yang munasabah memandangkan negara mempunyai kecairan yang mencukupi untuk meminjam daripada pelbagai sumber dalaman.

18.Kerajaan akan mengamalkan dasar “expansionary”, sepertimana juga yang diamalkan oleh negara-negara lain pada masa kini. Dalam konteks Bajet 2009 yang telah dibentangkan, Kerajaan mempunyai fleksibiliti untuk melaksanakan projek-projek tambahan berimpak tinggi berikutan daripada penjimatan subsidi minyak. Melalui penjimatan ini, sukacita diumumkan bahawa Kerajaan akan melaksanakan pelbagai inisiatif melibatkan suntikan peruntukan sebanyak 7 bilion ringgit. Ini adalah penting untuk memangkinkan aktiviti ekonomi dalam negeri, serta merangsang keyakinan sektor swasta dan menjamin kesejahteraan rakyat.

19.Kerajaan sedar bahawa harga barang masih ditahap yang membebankan pengguna. Namun langkah-langkah proaktif sedang diambil seperti kempen penurunan harga barang oleh pasaraya yang berkaitan. Apabila harga minyak turun, sewajarnya harga barang juga turun. Oleh itu, para peniaga disaran agar lebih bertanggungjawab dengan tidak terlalu mengaut keuntungan di samping pengguna wajar mengambil langkah bijak ketika berbelanja. Kadar inflasi pada 2009 dijangka berada pada tahap 3 hingga 4 peratus, jika harga minyak sedunia kekal dalam trend menurun sebagaimana sekarang.

20.Mengenai penstabilan harga kelapa sawit, Malaysia dan Indonesia akan terus bekerjasama rapat. Antara langkah yang diambil ialah megurangkan bekalan sawit melalui program penanaman semula. Selain itu, usaha untuk mengeluarkan biodiesel daripada sawit, iaitu adunan 5 peratus biobahan api sawit (metil ester) dengan diesel fosil, akan sentiasa dipertingkatkan bagi menambah permintaan terhadap sawit. Mulai bulan Februari 2009, biodiesel ini akan digunakan bermula dengan kenderaan-kenderaan Kerajaan, diikuti dengan sektor industri dan sektor pengangkutan. Pengadunan ini dianggarkan akan memerlukan sebanyak 500,000 tan minyak sawit setahun apabila dilaksanakan sepenuhnya pada awal tahun 2010.

21.Kerajaan memang memberi perhatian kepada pekebun kecil terutamanya yang terlibat dalam sektor pertanian. Bagi mengurangkan kos input pertanian terutamanya baja, Kerajaan bersetuju memansuhkan duti import sebanyak 5 peratus yang dikenakan ke atas 7 jenis baja. Ini adalah tambahan kepada penghapusan duti import ke atas satu jenis baja semasa pembentangan Bajet 2009. Dengan langkah ini, semua baja mineral yang diimport tidak lagi dikenakan duti. Di samping itu, dengan penurunan harga minyak mentah, pihak industri pengeluar baja tempatan telah bersetuju untuk membantu usaha kerajaan dalam mengurangkan sekurang-kurangnya 15 peratus harga baja dengan serta merta.

22.Dalam usaha memperkukuhkan daya tahan negara dan mengekalkan momentum pertumbuhan ekonomi dalam menghadapi persekitaran global yang semakin mencabar, Kerajaan akan melaksanakan langkah-langkah tambahan dalam Bajet 2009. Penekanan akan diberi untuk menggalakkan aktiviti ekonomi domestik bagi menjana pertumbuhan ekonomi. Dasar “export-led recovery”, yang diamalkan semasa krisis kewangan 1997/98 dengan jayanya, tidak dapat dilaksanakan dalam suasana kini, memandangkan keadaan permintaan dan perdagangan antarabangsa semakin lembab.

23.Pembentangan Bajet 2009 yang lalu telah mengambilkira dan mengunjurkan senario global yang mencabar bagi tahun 2009. Namun, perubahan perkembangan ekonomi global yang mendadak sejak akhir-akhir ini memerlukan kita mengambil tindakan proaktif untuk menangani kesan daripada krisis global masa kini. Keadaan yang luar biasa memerlukan tindakan yang juga luar biasa ataupun dengan izin, “extraordinary times, require extraordinary measures”.

24.Kerajaan sedar bahawa langkah-langkah tambahan biasanya tidak diumumkan dalam ucapan penggulungan. Walaupun pengumuman langkah tambahan ini mungkin merupakan tindakan “unprecedented”, ini perlu dalam suasana global yang semakin getir. Perlu ditekankan bahawa jumlah perbelanjaan yang dibentang pada Bajet 2009 masih tidak berubah. Segala perbelanjaan yang digunakan untuk langkah-langkah tambahan ini adalah hasil penjimatan dari subsidi minyak.

25.Pembangkang telah mencadangkan suatu bajet alternatif yang bersifat menguncup (contractionary) dengan potongan sebanyak 24 bilion ringgit daripada jumlah Bajet 2009. Ini adalah suatu cadangan yang akan membawa ke lembah kehancuran ekonomi sebagaimana yang pernah dicadangkan pada tahun 1997 oleh Menteri Kewangan ketika itu. Sebaliknya, cadangan yang diumumkan ini adalah bersifat expansionary sebagai penjana pertumbuhan yang berganda sifatnya. Ketika ekonomi dunia menguncup, langkah yang tepat ialah menyuntik dana tambahan agar ekonomi tidak mengalami kemelesetan, sebaliknya boleh terus berkembang. Inilah perbezaan yang amat ketara antara cadangan bernas kerajaan dan cadangan hampas pihak pembangkang.

26.Kerajaan akan melaksanakan dasar fiskal yang mengembang (expansionary). Untuk ini, Kerajaan akan menyemak semula projek-projek dengan tujuan untuk memberi keutamaan kepada projek yang boleh dilaksanakan segera serta mempunyai kesan pengganda yang tinggi (high multiplier effect) dan kandungan import yang rendah. Ini akan dilaksanakan tanpa menjejaskan jumlah perbelanjaan pembangunan yang telah diperuntukkan bagi tahun 2009 sebelum ini. Sebagai contoh, Kerajaan telah menangguhkan pembelian helikopter untuk Kementerian Pertahanan dan Kementerian Dalam Negeri, supaya penjimatan ini boleh digunakan bagi projek pembangunan yang lain.

Tuan Yang Dipertua,

27.Sebagai tanda dan bukti kerajaan amat prihatin tentang kesejahteraan rakyat, maka penjimatan 7 bilion ringgit daripada subsidi minyak akan disalurkan seperti berikut:

Pertama:
* Untuk memastikan lebih ramai rakyat mampu untuk memiliki rumah, sebanyak 1.2 billion ringgit diperuntukkan bagi membina lebih banyak rumah kos rendah dan sederhana.

* Dengan peruntukan tambahan ini, sebanyak 6,500 unit rumah akan dibina oleh Syarikat Perumahan Negara Berhad, sebanyak 4,000 unit rumah akan dibina di bawah Program Perumahan Rakyat di bawah Kementerian Perumahan dan Kerajaan Tempatan dan 15,000 unit rumah yang bernilai diantara 30 ribu ringgit hingga 35 ribu ringgit sebuah untuk Semenanajung dan di antara 35 ribu ringgit hingga 40 ribu ringgit untuk Sabah dan Sarawak. Rumah ini akan dibina di bawah Program Perumahan Rakyat Termiskin di bawah Kementerian Kemajuan Luar Bandar dan Wilayah. Dianggarkan secara purata, sebanyak 100 buah rumah PPRT akan dibina di setiap daerah di seluruh negara.

* Program Amal Jariah, yang dikendalikan oleh Prokhas, anak syarikat Menteri Kewangan Diperbadankan, adalah bertujuan membaikpulih rumah usang rakyat miskin tegar supaya mereka dapat menikmati rumah yang selesa dan selamat didiami. Program yang mula dilancarkan pada awal tahun ini, telah berjaya membaik pulih 7,000 unit rumah yang dianggar melibatkan peruntukan sebanyak 40 juta ringgit. Pada tahun 2009, Prokhas akan membaiki 15,000 unit rumah sementara Khazanah Nasional akan menyelaraskan usaha-usaha syarikat GLC untuk melaksanakan Program Sejahtera yang melibatkan pembaikan 5,000 buah rumah.
* Selain itu, untuk memudahkan golongan berpendapatan rendah yang tidak mempunyai pendapatan tetap mendapatkan pinjaman perumahan, Kerajaan telah menyediakan Skim Jaminan Kredit Perumahan bagi pinjaman perolehan rumah sehingga 100 ribu ringgit. Semenjak dilancarkan, sebanyak 800 peminjam, termasuk peniaga kecil, petani dan nelayan, telah diluluskan pinjaman berjumlah 35 juta ringgit.

Kedua:
* Bagi mengiktiraf peranan anggota keselamatan dan menjaga kebajikan mereka, sebanyak 500 juta ringgit diperuntukkan bagi menaik taraf, membaik pulih dan menyelenggara balai dan kuarters polis serta kem dan kuarters tentera iaitu 250 juta ringgit untuk polis dan 250 juta ringgit juga untuk tentera.

* Projek ini akan dilaksanakan dengan segera kerana pada pandangan kerajaan, kebajikan anggota pasukan keselamatan wajar sentiasa didahulukan.

Ketiga:
* Sebanyak 600 juta ringgit diperuntukkan bagi projek-projek kecil di bawah program Penyelenggaraan Infrastruktur Awam (PIA) dan Projek Infrastruktur Asas (PIAS), contohnya menyenggara jalan kampung, membina balai raya dan jambatan kecil.

* Peruntukan ini akan dapat juga membantu kontraktor-kontraktor kecil bagi menyelesaikan masalah kekurangan projek pembinaan. Selain itu, ia dapat memberikan prasarana yang lebih sempurna kepada rakyat, khasnya di luar bandar.

Keempat:
* Sebanyak 500 juta ringgit diperuntukkan bagi menyenggara dan membaik pulih kemudahan awam; antaranya sekolah, hospital dan jalanraya.

Kelima:
* Sebanyak 500 juta ringgit akan diperuntukan untuk membina, menaiktaraf jalan-jalan di luar bandar, jalan-jalan kampung dan jalan-jalan pertanian, termasuk di Sabah dan Sarawak.

* Sekali lagi ini melambangkan keprihatinan kerajaan bagi mengembangkan sektor pembinaan yang mempunyai kesan gandaan tinggi selain memastikan budaya penyelenggaraan dijadikan amalan. Pada ketika yang sama, kebajikan rakyat dalam pendidikan, perubatan dan perhubungan dapat diperbaiki.

Keenam:
* Untuk merangsangkan lagi pendidikan negara dan mengambil kira kehendak semua kaum, maka kerajaan akan memperuntukkan sebanyak 200 juta ringgit kepada empat kumpulan sekolah, iaitu 50 juta ringgit untuk sekolah agama bantuan kerajaan, 50 juta ringgit untuk “mission school”, 50 juta ringgit untuk SJK Cina dan 50 juta ringgit untuk SJK Tamil.

Ketujuh:
* Sebanyak 300 juta ringgit diperuntukkan bagi menubuhkan dana untuk melaksanakan program latihan kemahiran yang ditumpukan ke arah memenuhi keperluan majikan dan industri, terutamanya di Koridor-koridor Pembangunan. Agihan dana ini akan diselaraskan dengan pihak berkuasa koridor pertumbuhan, Pusat Pembangunan Kemahiran Negeri dan lain-lain organisasi yang berkaitan. Sektor yang akan diberi tumpuan untuk latihan tersebut adalah sektor pelancongan, kesihatan, pembinaan dan “business process outsourcing”.

Kelapan:
* Kerajaan amat sedar bahawa kos sara hidup di bandar adalah tinggi termasuk untuk menampung kos pengangkutan. Oleh itu, Kerajaan akan memperuntukkan sebanyak 500 juta ringgit bagi menyelenggara dan memantapkan lagi sistem pengangkutan awam khususnya sistem LRT, Komuter dan sistem bas di bandar-bandar utama.

* Seperti yang dibentang oleh YAB Perdana Menteri, kerajaan adalah komited untuk meperluaskan sistem pengangkutan awam agar lebih cekap dan “reliable”, termasuk melaksanakan projek utama seperti penambahan sistem LRT, meningkatkan kapasiti aliran Kelana Jaya dan aliran Ampang, memperluaskan lagi perkhidmatan rel di Lembah Klang dan mengujudkan satu aliran baru dari Kota Damansara ke Cheras. Kesemua usaha ini akan memberi manfaat kepada lebih 1 juta pengguna.

Kesembilan:
* Sebanyak 1.5 bilion ringgit diperuntukkan bagi menubuhkan Dana Pelaburan untuk menarik lebih banyak pelaburan sektor swasta;

* Dana ini adalah bertujuan menarik aktiviti pelaburan swasta yang berdaya maju. Tumpuan akan diberi kepada sektor strategik yang bernilai tambah tinggi dan projek berimpak besar dari segi nilai pelaburan, teknologi dan “knowledge workers”.

* Dana ini akan digunakan untuk memberi geran, pinjaman mudah atau modal ekuiti kepada pelabur. Pendekatan sebegini telah berjaya menarik pelabur dalam sektor perkhidmatan berteknologi tinggi, seperti Dell, Hewlett Packard dan Satyam, ke Cyberjaya serta dalam sektor pembuatan bernilai tambah yang tinggi, seperti pengeluaran panel solar, industri aeroangkasa dan komponen kapal terbang.

Kesepuluh:
* Sebanyak 400 juta ringgit diperuntukkan bagi menyegerakan pelaksanaan Projek Jalur Lebar Berkelajuan Tinggi.

* Projek Jalur Lebar Berkelajuan Tinggi ini adalah penting untuk memastikan daya saing negara pada masa hadapan. Prasarana sebegini akan meningkatkan kecekapan dan keberkesanan aktiviti ekonomi, perniagaan dan seterusnya melonjakkan negara ke tahap nilai tambah yang lebih tinggi. Selain itu, pelaksanaan projek ini akan meningkatkan kualiti hidup rakyat di samping menjadi pemangkin kepada pelaburan swasta dalam sektor berteknologi tinggi. Ia juga akan menyumbang kepada pertumbuhan KDNK dan menambahkan peluang pekerjaan. Menjelang akhir 2009, perkhidmatan ini akan dapat disediakan kepada 300,000 premis, terutamanya di Lembah Klang dan juga kawasan industri seperti di Bayan Baru, Senai dan Kulim.

* Pihak pembangkang telah mencadangkan agar projek ini dikaji semula. Sebenarnya, jika kita lambat untuk melaksanakannya, negara akan terus tertinggal ke belakang di dalam arus kepesatan teknologi moden, selaras dengan keperluan pembangunan ekonomi masa kini.

Kesebelas:
* Untuk membina modal insan melalui program-program latihan yang diurus oleh kementerian yang berkaitan, kerajaan akan memperuntukkan sebanyak 200 juta ringgit. Ini adalah peruntukan bagi membiayai program daripada institusi latihan swasta dan pesertanya terdiri daripada golongan belia dan beliawanis daripada semua kaum. Nama-nama pelatih boleh dikemukakan oleh kementerian yang berkenaan seperti Kementerian Belia dan Sukan, Pembangunan Usahawan dan Koperasi, Sumber Manusia serta Pembangunan Wanita dan Keluarga.

Keduabelas
* Untuk memperkasakan golongan belia melalui program program baru, kerajaan akan memperuntukkan sebanyak 100 juta ringgit. Antara program yang terlibat ialah rakan muda sekolah, rakan muda sektoral yang melibatkan kampung baru Cina, estet untuk kaum India, kampung orang asli dan kaum pribumi di Sabah dan Sarawak.

Ketigabelas
* Untuk menggerakkan semula projek perumahan yang terbengkalai di kawasan-kawasan strategik terpilih dan berdaya maju, kerajaan bersetuju untuk memperuntukkan sebanyak 200 juta ringgit. Projek ini akan diuruskan oleh Syarikat Perumahan Negara Berhad (SPNB).

Keempatbelas
* Untuk menambahkan premis perniagaan di samping memperindahkan suasana pekan-pekan kecil yang terpilih di seluruh negara, kerajaan akan memperuntukkan sebanyak 100 juta ringgit. Ini akan dapat menambah bilangan usahawan kecil dan sederhana, termasuk memasarkan produk keluaran tempatan. Program ini akan dilaksanakan oleh MARA di bawah Kementerian Pembangunan Usahawan dan Koperasi.

Kelima belas:
* Untuk melahirkan generasi masa hadapan yang lebih berkualiti, sebanyak 200 juta ringgit diperuntukkan untuk pendidikan awal kanak-kanak di peringkat umur 1 hingga 6 tahun. Ini termasuk program seperti PERMATA negara, Tadika KEMAS, Tadika Perpaduan dan kelas Pra-Sekolah.

28.Penjimatan 7 billion yang diperolehi daripada subsidi ini akan diperuntukkan semula oleh Kementerian Kewangan untuk melaksanakan projek-projek yang telah disebutkan. Penjimatan ini merupakan suatu rahmat untuk diagihkan kepada rakyat di samping dapat menjana pertumbuhan ekonomi. Usaha- usaha ini akan memberikan kesan positif antara lain dalam sektor pembinaan, perumahan, pengangkutan, pelaburan, latihan dan teknologi maklumat.

29.Kerajaan sedar bahawa di dalam keadaan ekonomi yang tidak menentu, kepantasan bertindak untuk melaksanakan semua program yang baru disebutkan tadi adalah amat kritikal. Oleh itu, kerajaan akan menubuhkan Unit Pengurusan Projek (Project Management Unit - PMU) di bawah Kementerian Kewangan untuk memantau dan menyelaras pelaksanaan projek kritikal dan berimpak tinggi, ke arah memastikan pelaksanaan yang cekap dan berkesan. Tumpuan akan diberi bagi projek yang mempunyai kesan pengganda yang tinggi serta kritikal bagi menjana pertumbuhan ekonomi. Unit ini akan melapor terus kepada Menteri Kewangan dan dianggotai oleh pegawai-pegawai kanan kerajaan, badan kawal selia, dan syarikat berkaitan kerajaan yang terpilih.

30.Sebagai satu langkah baru untuk menjana pendapatan tambahan dan mencetuskan kegiatan ekonomi tempatan yang lebih rancak, Kerajaan bercadang untuk memaksimumkan pulangan daripada semua aset yang sedia ada termasuk tanah-tanah yang belum dibangunkan lagi. Antara aset tersebut ialah tanah di lokasi strategik yang boleh dimajukan. Sehubungan dengan ini, kerajaan bercadang untuk menggunakan kaedah baru, iaitu dengan memanggil tender terbuka, yang melibatkan sektor swasta dan GLC bagi memajukan tanah tersebut. Kerajaan akan menentukan kriteria dan skop pelan pembangunan yang akan disertai dalam syarat syarat tawaran. Sekiranya konsep pembangunan ini dapat dilaksanakan, kerajaan dijangka akan memperolehi pendapatan yang besar. Kerajaan akan mengenal pasti aset-aset, dalam bentuk tanah-tanah yang strategik, yang boleh ditawarkan di bawah inisiatif ini termasuk tanah Lembaga Getah Malaysia di Sungai Buloh, tanah Kerajaan di Jalan Cochrane dan Jalan Ampang Hilir, Kuala Lumpur.

31.Walaupun kita menghadapi kemelut ekonomi global, Kerajaan akan tetap mampu untuk memperluaskan liputan Jaringan Keselamatan Sosial ke arah meningkatkan pendapatan dan kuasa beli rakyat yang miskin dan berpendapatan rendah. Dalam hal ini, usaha sedang dilaksanakan ke arah pendaftaran serta liputan penuh penerima bantuan berdasarkan tahap kelayakan baru yang diumumkan pada pembentangan Bajet 2009 yang lalu. Syarat asas pemberian Bantuan Kebajikan Bulanan di bawah Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM) telah di naikkan daripada 400 ringgit kepada 720 ringgit untuk Semenanjung Malaysia, 830 ringgit untuk Sarawak dan 960 ringgit untuk Sabah, selaras dengan Pendapatan Garis Kemiskinan. Dengan ini, bilangan isirumah yang akan menerima bantuan akan meningkat daripada 55,000 kepada 110,000 orang. Kerajaan mensasarkan liputan penuh akan dicapai pada akhir tahun ini. 32.Pada masa ini, caruman majikan kepada KWSP adalah 12 peratus manakala caruman pekerja adalah 11 peratus. Sebagai langkah untuk menambah pendapatan boleh guna pekerja, Kerajaan akan membenarkan pekerja untuk mengurangkan potongan caruman pekerja KWSP secara sukarela sebanyak 3 peratus selama 2 tahun, mulai 1 Januari 2009. Dengan penurunan ini, jumlah caruman masih pada tahap munasabah 20 peratus, iaitu 12 peratus majikan dan 8 peratus pekerja. Seseorang yang berpendapatan 2,000 ringgit sebulan akan memperolehi pendapatan boleh guna tambahan sebanyak 60 ringgit sebulan, manakala seseorang yang berpendapatan 6,000 ringgit sebulan akan memperolehi pendapatan boleh guna tambahan sebanyak 180 ringgit sebulan. Sekiranya semua pencarum memilih untuk mengurangkan caruman, jumlah yang terlibat adalah 4.8 bilion ringgit setahun. Sekiranya kita mengandaikan bahawa hanya 50 peratus daripada pencarum akan menggunakan kemudahan ini, perbelanjaan penggunaan swasta dijangka meningkat sebanyak 2.4 bilion ringgit.

33.Untuk memudahkan penjawat awam memiliki kereta, Kerajaan akan meningkatkan had kelayakan pinjaman kereta bagi penjawat awam seperti berikut:

·Bagi gred JUSA, had kelayakan dinaikkan daripada 60,000 ringgit kepada 70,000 ringgit; ·Bagi gred 41 hingga 54, had kelayakan dinaikkan daripada 55,000 ringgit kepada 65,000 ringgit; dan ·Bagi kumpulan sokongan, had kelayakan dinaikkan daripada 45,000 ringgit kepada 55,000 ringgit.

Penjawat awam juga akan diberi kebenaran untuk mengambil pinjaman perumahan bagi hartanah di pasaran sekunder di mana hakmilik strata belum dikeluarkan.

34.Kerajaan telah mengumumkan tempoh bayaran balik bagi pinjaman perumahan baru kakitangan Kerajaan dilanjutkan daripada 25 tahun kepada 30 tahun. Untuk memastikan peminjam sedia ada mendapat kemudahan yang sama, peminjam diberi pilihan untuk melanjutkan tempoh pinjaman kepada 30 tahun. Langkah ini akan dapat membantu menambah pendapatan boleh guna peminjam. Sebagai contoh, seorang penjawat awam yang kini mempunyai pinjaman sebanyak 190,000 ringgit selama 25 tahun, dan telah pun menjelaskan pinjaman beliau selama 10 tahun, dengan melanjutkan tempoh pinjamannya, beliau dapat mengurangkan ansuran bulanannya daripada 1,000 ringgit sebulan kepada 820 ringgit sebulan ataupun lebihan pendapatan boleh guna sebanyak 180 ringgit sebulan. Pihak kerajaan, melalui Bank Negara, juga akan menyaran dan menggesa pihak bank mengambil inisiatif untuk memberi kelonggaran dan menstrukturkan semula pinjaman bagi peminjam-peminjam yang memerlukan.

35.Untuk menggalakan perkembangan perniagaan runcit dan industri pelancongan domestik, maka kerajaan melalui Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Hal Ehwal Pengguna, memberi kebenaran untuk pasar raya besar (hypermarkets) melanjutkan masa perniagaan sehingga jam 11 malam pada hari biasa. Pada hujung minggu pula, ia boleh dibuka sehingga jam 1 pagi. Untuk pasar raya di pusat membeli belah, premis ini boleh dibuka sepanjang masa tertakluk kepada kebenaran kerajaan tempatan. Selain itu, langkah ini adalah selaras dengan objektif untuk menjadikan negara sebagai destinasi membeli-belah yang menarik. Kerajaan berharap dengan langkah ini, kompleks membeli-belah akan terus menyambut dengan baik usaha kempen penurunan harga barang yang telah dimulakan baru-baru ini.

36.Kerajaan juga komited kepada usaha meliberalisasikan sektor perkhidmatan di bawah Perjanjian Rangka Kerja Perkhidmatan ASEAN (AFAS), Pertubuhan Perdagangan Dunia (WTO) dan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) di peringkat dua hala dan serantau. Di bawah AFAS, semua sektor perkhidmatan akan dibuka sehingga 70 peratus pegangan asing pada 2015. Antara sektor yang akan dibuka termasuklah sektor logistik, aktiviti-akitiviti tertentu dalam sektor telekomunikasi, pelancongan, perkhidmatan hospital swasta dan sektor pengajian tinggi. Kerajaan akan membuat pengumuman terperinci setelah mendapat kelulusan Kabinet berasaskan cadangan daripada Kementerian Perdagagangan Antarabangsa dan Industri .

37.Dalam hal ini, Kerajaan juga akan memberi tumpuan kepada pembangunan keupayaan dan modal insan. Kapasiti sektor perkhidmatan akan ditingkatkan melalui program latihan pekerja tempatan serta memudahkan pengaliran masuk pekerja mahir dan profesional asing. 38.Pelancongan kesihatan dan pendidikan merupakan subsektor yang berpotensi besar dalam sektor perkhidmatan. Untuk terus merangsang dalam subsektor tersebut, Kerajaan akan menyediakan garis panduan untuk memudahcara pengambilan profesional dan pelatih asing, memudahkan pengiktirafan kelayakan asing, memudahcara proses visa bagi pesakit dan keluarga serta menyelaras syarat-syarat berkaitan dengan penubuhan dan operasi hospital dan pusat latihan kesihatan. Pendekatan yang serupa akan diambil bagi subsektor pelancongan pendidikan, termasuk penubuhan sekolah swasta antarabangsa, dengan tumpuan diberi kepada koridor pertumbuhan seperti Iskandar Malaysia.

39.Untuk menggalakkan aktiviti sektor swasta, langkah-langkah liberalisasi berikut akan diambil: Pertama: ·Menghapuskan duti import bagi simen dan keluaran besi keluli panjang (long iron and steel products) untuk sektor pembinaan dan pembuatan. Di samping itu, semua Approved Permit (AP) bagi keluaran besi keluli panjang akan dikecualikan. Langkah ini akan dapat menyokong usaha Kerajaan untuk merangsang pertumbuhan sektor pembinaan, di samping menyediakan persekitaran yang kompetitif dalam industri bekalan bahan binaan negara; Kedua: ·Membenarkan individu atau entiti asing untuk membeli hartanah komersil bernilai 500,000 ringgit atau lebih, tanpa memerlukan kelulusan FIC, dengan syarat hartanah tersebut adalah untuk kegunaan sendiri. Langkah ini adalah untuk menggalakkan pelaburan, terutamanya pembangunan sektor hartanah negara; Ketiga: ·Bagi memudahkan proses pengambilan pekerja asing berasaskan pengetahuan (knowledge worker), permit kerja, yang pada masa ini diberi kepada majikan, akan juga diberi secara langsung kepada pekerja tersebut. Oleh itu, langkah ini akan meningkatkan fleksibiliti pekerja demikian dalam pasaran kerja, kerana mereka tidak akan terikat dengan majikan masing-masing.

40.Pertumbuhan ekonomi yang lebih perlahan akan membawa kepada penjanaan peluang pekerjaan yang lebih lembab dan juga pengangguran. Oleh itu, dalam usaha menyediakan lebih banyak peluang latihan dan pekerjaan, Kerajaan akan mengambil langkah-langkah berikut:

Pertama: ·Kerajaan, melalui syarikat GLCs seperti Khazanah dan PNB akan melancarkan “Graduate Employability Management Scheme” (GEMS), yang didasarkan kepada skim graduan terdahulu yang telah dilaksanakan oleh syarikat-syarikat GLC dengan jayanya. Kerajaan bercadang untuk menyokong dan menyelaraskan usaha-usaha GLC dalam menangani masalah graduan menganggur ini dengan mewujudkan satu program bagi meningkatkan keupayaan dan kemahiran mereka sebelum mereka diserap atau mendapat pekerjaan di syarikat GLC mahupun swasta. Sasaran program ini ialah untuk melatih sehingga 12,000 graduan dalam jangkamasa dua tahun. Kerajaan yakin, progam ini dapat menyumbang kepada pertumbuhan penggunaan domestik di samping memberi pengalaman yang berharga kepada graduan terlibat.

Kedua: Mempercepatkan pengambilan kakitangan bagi jawatan yang kritikal dan amat diperlukan dalam sektor awam. Pada masa ini, kekosongan jawatan kritikal dalam sektor awam adalah 18,000. Kekosongan ini akan diisi secara kontrak, sementara menunggu proses pelantikan secara tetap. Dalam tahun ini, lebih 1,300 kakitangan telah dilantik secara kontrak bagi Jabatan Kerja Raya bagi meningkatkan keupayaannya dalam melaksanakan projek-projek di bawah Rancangan Malaysia Kesembilan. Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk menegaskan bahawa Kerajaan tidak bercadang untuk memberhentikan kakitangan kontrak di dalam perkhidmatan Kerajaan sebagaimana dilaporkan dalam media.

41.Untuk membantu usahawan yang menjalankan perniagaan kecil, Bank Negara Malaysia akan menyediakan pinjaman mudah sebanyak 200 juta ringgit bagi melaksanakan skim mikro kredit. Dana tambahan ini akan diselaras dan diagihkan melalui saluran sedia ada. Selain itu, Kerajaan juga telah menyediakan dana modal pusingan 100 juta ringgit untuk Program Kewangan Mikro Bandar. Program ini diletakkan di bawah Amanah Ikhtiar Malaysia (AIM) memandangkan kejayaan program yang sama bagi kawasan luar bandar. Semenjak dilancarkan awal tahun ini, Program Kewangan Mikro Bandar sehingga kini telah mengeluarkan pembiayaan melebihi setengah juta ringgit kepada hampir 200 peminjam.

42.Untuk merangsang aktiviti pasaran modal, saya telah mengumumkan penambahan dana Valuecap sebanyak 5 bilion ringgit untuk pembelian ekuiti syarikat-syarikat yang mempunyai asas yang kukuh tetapi nilai pasaran mereka kini terjejas berikutan kesan pergolakan pasaran ekuiti global. Dana tambahan ini akan diperolehi melalui pinjaman daripada Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) yang dijamin oleh Kerajaan. Oleh itu, pinjaman ini bukan sahaja menjamin pulangan yang lebih tinggi daripada kadar deposit institusi perbankan, tetapi juga merupakan pelaburan yang mempunyai risiko yang paling minimum kepada KWSP.

43.Pemegang ekuiti Valuecap, iaitu Khazanah Malaysia, Permodalan Nasional Berhad (PNB) dan Kumpulan Wang Persaraan (KWAP), merupakan agensi-agensi Kerajaan yang mempunyai kedudukan kewangan yang kukuh dan pelabur terbesar dalam pasaran ekuiti negara. Valuecap ditubuhkan pada tahun 2003 dengan dana sebanyak 5 bilion ringgit. Sebagai pelabur jangka panjang, Valuecap melabur dalam syarikat-syarikat blue chips di sektor-sektor utama seperti kewangan, perkhidmatan, perladangan, pembinaan, hartanah, industri, tenaga, dan komunikasi. Valuecap mempunyai mandat untuk melabur dalam mana-mana syarikat dan bukan sahaja dalam syarikat berkaitan Kerajaan (GLCs). Langkah yang serupa juga telah dilaksanakan di beberapa negara, seperti Tracker Fund of Hong Kong semasa krisis kewangan tahun 1998 dan baru-baru ini, oleh Qatar Investment Authority dan juga sebuah dana pencen terbesar di Korea.

44.Untuk melancarkan lagi proses perolehan kerajaan supaya lebih telus dan mendapat “value for money”, kerajaan akan memastikan bahawa sebahagian besar perolehan kerajaan akan dilakukan melalui tender terbuka dan tender terhad. Perolehan kerajaan untuk kontrak-kontrak bumiputera juga akan ditenderkan melalui “competitive bidding” di kalangan syarikat-syarikat bumiputera. Hasrat kerajaan ialah supaya kontraktor-kontraktor bumiputera dapat bersaing dengan sihat dan meningkatkan lagi daya tahan mereka. Walau bagaimanapun, kerajaan masih ada budi bicara untuk menimbangkan rundingan terus atas pertimbangan tertentu. Pengecualian daripada dasar ini akan hanya dibuat di dalam keadaan tertentu sahaja.

45.Langkah-langkah yang diumumkan ini, Insya-Allah, akan dapat menangani impak daripada suasana global yang mencabar. Saya yakin kesejahteraan rakyat akan terus dapat dijamin manakala pembangunan negara akan terus dapat dilaksanakan dengan jayanya. Tuan Yang Dipertua,

46.Dengan penjelasan tentang senario ekonomi global dan domestik serta langkah-langkah tambahan Bajet 2009 di atas, saya berpendapat beberapa isu utama berhubung Bajet 2009 yang dibangkitkan oleh Ahli Yang Berhormat Ketua Pembangkang dan Ahli-ahli Yang Berhormat yang lain telah dijawab. Saya juga ingin mengambil kesempatan ini untuk menjawab isu-isu lain yang telah dibangkitkan oleh ahli-ahli di Dewan yang mulia ini.

II.PENGURUSAN MAKROEKONOMI

Pelaburan Langsung Asing (FDI)

47.Ahli Yang Berhormat Batu Pahat meminta Kerajaan menyediakan pelan yang lebih rapi dan melaksanakan pendekatan baru untuk menarik pelaburan langsung asing (FDI), khususnya daripada pelabur Timur Tengah. Untuk makluman Ahli Yang Berhormat, Kerajaan telah melaksanakan pelbagai langkah dalam menarik pelaburan asing ke Malaysia. Ini termasuk langkah mengurangkan kos dalam menjalankan perniagaan melalui penambahbaikan proses dan mekanisme, menyediakan program perancangan dan pembiayaan perniagaan bersepadu bagi merangsang pelaburan industri serta mengkaji semula perundangan dan peraturan berkaitan pelaburan yang menghalang pembangunan industri. Langkah-langkah ini telah menunjukkan kejayaan di mana FDI bagi tempoh Januari hingga Ogos 2008 adalah 36.8 bilion ringgit, berbanding jumlah FDI keseluruhan tahun 2007 iaitu 33.4 bilion ringgit.

48.Langkah baru untuk menubuhkan Dana Pelaburan yang diumumkan tadi akan dilaksanakan segera bagi menyokong usaha menarik FDI yang lebih tinggi. Selain itu, Kerajaan akan menyokong inisiatif peneraju Koridor Pembangunan untuk membuat misi pelaburan ke luar negara, terutamanya India, China dan Timur Tengah dalam usaha untuk menarik pelaburan yang tinggi dan mapan.

Pelaburan Dalam Sektor Teknologi Tinggi

49.Ahli Yang Berhormat Kuala Selangor meminta Kerajaan memberi penekanan terhadap pelaburan dalam sektor selain daripada yang berintensif buruh, khususnya kepada sektor berasaskan teknologi tinggi. Untuk makluman, Kerajaan sentiasa memberi penekanan kepada pelaburan yang berasaskan pengetahuan (knowledge-intensive) dan teknologi terkini berbanding berasaskan buruh. Ini dapat dilihat daripada inisiatif-inisiatif Kerajaan dengan pembangunan koridor pertumbuhan wilayah, termasuk Iskandar Malaysia yang memberi penekanan kepada sektor perkhidmatan, yang mempunyai nilai tambah yang tinggi. Kerajaan sedang giat memajukan industri yang berpotensi, seperti kewangan Islam, pelancongan, pendidikan dan logistik yang memerlukan pengetahuan dan kemahiran yang tinggi.

50.Pada masa yang sama, bagi sektor yang berintensifkan buruh seperti pembinaan dan pertanian, Kerajaan juga telah mengambil langkah seperti menggalakkan penggunaan automasi dan jentera di ladang-ladang dan penggunaan sistem industrialised building system (IBS) dalam sektor pembinaan yang seterusnya mengurangkan pergantungan terhadap buruh asing. Dalam hal ini, Kerajaan akan memastikan bahawa kandungan IBS dalam semua projek Kerajaan adalah sekurang-kurangnya 70 peratus.

III.DASAR PERCUKAIAN DAN SUBSIDI

51.Ahli Yang Berhormat Bagan membuat saranan supaya mengurangkan cukai syarikat secara progresif daripada 25 peratus kepada 17 peratus. Untuk makluman Ahli Yang Berhormat, kadar cukai korporat telah diturunkan dari 28 peratus pada tahun taksiran 2006 kepada 25 peratus pada tahun taksiran 2009. Cukai korporat di Malaysia adalah kompetitif berbanding di negara-negara lain. Sebagai contoh, kadar cukai korporat di India, Indonesia, United Kingdom, Jepun dan Australia adalah 30 peratus.

52.Beliau juga menyentuh perubahan harga petrol secara harian dibuat selaras dengan perubahan harga pasaran harian minyak mentah dunia. Berkenaan dengan cadangan perubahan harga secara harian, ia hanya boleh dilaksanakan pada keadaan di mana harga minyak runcit di stesen minyak diapungkan sepenuhnya. Ini kerana di dalam keadaan semasa di mana Kerajaan masih mengawal harga minyak runcit di stesen minyak serta memberikan subsidi, penetapan harga minyak secara harian adalah tidak efisien dan menimbulkan banyak masalah pentadbiran.

IV.KEWANGAN DAN PERBANKAN

Pembelian Ekuiti Bank Internasional Indonesia (BII)

53. Ahli Yang Berhormat Permatang Pauh meminta penjelasan terhadap pembelian 35 peratus saham BII oleh Maybank. Suka saya memperjelaskan di sini, dakwaan bahawa keputusan pembelian tersebut melibatkan Menteri Kewangan adalah tidak benar. Ini adalah suatu transaksi komersil dan keputusan hala tuju bank serta pelaburannya ditentukan oleh Lembaga Pengarah Maybank dan pemegang saham bank tersebut. Selaras dengan urus tadbir korporat yang telus, Lembaga Pengarah adalah bertanggung jawab terhadap keputusan yang telah dibuat.

54.Ahli Yang Berhormat Pontian meminta Kerajaan terus mengeksport kepakaran dalam sistem perbankan Islam, khususnya ke negara-negara Timur Tengah dan mencadangkan tindakan lebih agresif diambil bagi memperkenalkan perbankan Islam ke luar negara. Untuk makluman Ahli Yang Berhormat, Kerajaan sememangnya memandang serius usaha untuk menghasilkan modal insan atau sumber manusia berkepakaran tinggi dalam kewangan Islam, terutamanya golongan profesional kewangan Islam yang mahir dalam syariah serta berpengetahuan dengan amalan terkini industri.

55.Menjelang tahun 2010, diunjurkan kira-kira 11,600 kakitangan terlatih dan profesional dalam kewangan Islam diperlukan dan jumlah itu meliputi 31 peratus daripada jumlah keseluruhan profesional terlatih dalam sektor perbankan di negara ini. Kerajaan berkeyakinan unjuran permintaan di atas dapat dipenuhi dengan adanya strategi menyeluruh yang sedang dilaksanakan oleh Kerajaan.

Bantuan pinjaman rumah

56. Ahli Yang Berhormat Pulai menyarankan supaya Bajet 2009 mengambil kira bantuan kepada pembeli rumah serta membuat kawalan mengenai kadar inflasi. Untuk makluman Ahli Yang Berhormat, pihak institusi perbankan telah memberikan komitmen untuk membantu meringankan beban peminjam pembeli rumah. Antara usaha-usaha yang telah dilaksanakan adalah seperti berikut: Pertama: i.merangkumkan kos awal seperti fi guaman sebagai sebahagian dari pinjaman. Dalam kes-kes tertentu, institusi perbankan boleh menanggung kos fi guaman dan duti setem bagi pihak pembeli; Kedua: ii.menawarkan produk-produk yang mengenakan kadar pinjaman faedah yang amat kompetitif serta menyediakan skim pinjaman bersama (2 Generasi); dan Ketiga: iii.institusi perbankan bersedia mengadakan rundingan awal dengan peminjam sebelum mereka menghadapi masalah bayaran balik. Institusi perbankan juga bersedia menstrukturkan semula pinjaman dengan melanjutkan tempoh pinjaman kepada mereka yang benar-benar menghadapi masalah bayaran balik.

V.PENGURUSAN KONTRAK DAN PEROLEHAN KERAJAAN

Perolehan Helikopter Daripada Eurocopter France

57.Yang Berhormat Permatang Pauh dan Ipoh Timur juga telah membangkitkan beberapa perkara mengenai perolehan 12 unit helikopter daripada Eurocopter France untuk Angkatan Tentera Malaysia (ATM) bagi menggantikan helikopter Nuri.

58.Untuk makluman Ahli-Ahli Yang Berhormat, perolehan pesawat ini dilaksanakan secara Tender Antarabangsa yang mana penilaian teliti telah dibuat oleh Jawatankuasa Teknikal dan Harga dan diperakukan oleh Lembaga Perolehan KEMENTAH sebelum dimajukan kepada Kementerian Kewangan untuk penilaian dan kelulusan. Penilaian tender dibuat berdasarkan dokumen tender yang telah dikemukakan oleh petender-petender dan ia dinilai berdasarkan pematuhan tawaran petender kepada kriteria-kriteria yang telah ditetapkan dalam dokumen tender. Jawatankuasa Kira-Kira Wang Awam (Public Accounts Committee) telah juga mengesahkan bahawa tiada sebarang penyelewengan dari segi tatacara perolehan dan aspek teknikal. Ini bermakna soal skandal yang dijaja oleh pembangkang langsung tidak berbangkit.

Masalah Kontraktor di Sabah

59.Ahli Yang Berhormat Kalabakan menyentuh Kontraktor Bumiputera dan bukan Bumiputera di Sabah yang menghadapi masalah disebabkan peningkatan harga bahan-bahan binaan yang tinggi. Apakah tindakan Kerajaan dalam menangani masalah ini bagi membantu kontraktor di Sabah terus menyiapkan projek Kerajaan yang belum siap.

60.Untuk makluman Ahli yang Berhormat, berikutan kenaikan harga bahan binaan dan harga bahan api yang ditanggung oleh pihak kontraktor dalam melaksanakan projek Kerajaan, khususnya projek di bawah Rancangan Malaysia Kesembilan, Kerajaan telah bersetuju untuk mengkaji syarat perubahan harga bagi memastikan projek Kerajaan tidak terjejas dan dapat disiapkan.

61.Untuk tujuan tersebut, Kementerian Kewangan telah mengeluarkan Surat Pekeliling Perbendaharaan bertarikh 6 Ogos 2008 mengenai syarat dan kaedah pengiraan perubahan harga yang baru. Peraturan baru ini membolehkan syarat perubahan harga khas diberikan kepada projek reka dan bina, di samping menambah bilangan bahan binaan bagi tujuan pengiraan perubahan harga. Pelaksanaan perubahan harga ini turut diberikan kepada kerja-kerja Mekanikal dan Elektrikal, yang sebelum ini tidak mempunyai sebarang peruntukkan perubahan harga bagi kerja berkenaan.

62.Kerajaan juga bersetuju untuk memberikan kemudahan khas kepada kontraktor seperti berikut:

Pertama: (i)lanjutan masa sehingga tiga (3) bulan bagi projek yang masih dalam pembinaan; dan Kedua: (ii)bayaran kemajuan interim dibuat dua (2) kali sebulan mengikut nilai kerja sebenar bagi membantu aliran tunai kontraktor.

Kerajaan yakin bahawa pelaksanaan syarat perubahan harga ini serta kemudahan khas yang diberi dapat membantu mengurangkan beban kewangan yang dihadapi oleh kontraktor di samping memastikan pelaksanaan projek Rancangan Malaysia Kesembilan dapat disiapkan.

VI.PENUTUP

Tuan Yang DiPertua,

63.Selama lebih 5 jam Ketua Pembangkang telah berhujah tentang Bajet 2009. Ia merupakan sesuatu yang luar biasa jika dibanding cuma satu jam setengah masa pembentangan Bajet 2009 oleh YAB Perdana Menteri pada 29 Ogos 2008. Namun tuduhan-tuduhan Permatang Pauh yang menyatakan Bajet 2009 ini tidak boleh digunapakai ternyata meleset. Malah usaha pembangkang untuk menubuhkan kerajaan pada 16 Sept 2008 tidak lebih daripada suatu fatamorgana, mirage, impian yang tidak menjadi kenyataan.

64.Yang pasti, usaha itu telah menyebabkan berlakunya ketidakstabilan suasana harmoni dan merenggangkan keyakinan pelabur asing kepada negara kita. Sesungguhnya kerajaan Barisan Nasional akan terus kukuh bagi menjaga kepentingan pelbagai kaum di negara ini. Semangat Bajet 2009 iaitu Kerajaan Prihatin akan terus menerajui perjuangan murni yang menjadi landasan teras kerajaan Barisan Nasional.

65.Dalam menghadapi persekitaran yang mencabar ini, saya menyeru kepada semua rakyat, baik di dalam atau luar negeri, untuk sama-sama menyumbang ke arah memastikan krisis ini ditangani dengan jayanya. Kita perlu belajar daripada pengalaman yang lalu, di mana kita berjaya mengharungi setiap krisis dengan semangat bersatu padu dan kerjasama yang erat.

66.Semua pihak mempunyai peranan yang penting dalam memastikan negara kita terus membangun dengan maju, tidak kira sektor awam, sektor swasta, badan bukan Kerajaan (NGOs) mahupun parti politik. Saya yakin, gandingan dan usahasama yang jitu akan membolehkan kita berjaya menangani cabaran yang kita sedang hadapi ini, Insya-Allah.

67. Sebesar mana dan setinggi mana pun rempuhan badai kemelesetan ekonomi dunia, akan kita hadapi dengan persiapan rapi. Benteng pertahanan kita wajar semakin tegap dengan sokongan akrab dan dokongan mantap dari semua pihak. Marilah kita menggalas amanah dengan penuh tanggungjawab untuk membina ekonomi negara melalui Bajet 2009 ini. Hasrat murni kita ini dilandasi dengan penuh sifat berhemah dan bijaksana demi mengutamakan kepentingan negara tercinta dan membela rakyat jelata.

Sekian

Kementerian Kewangan Putrajaya

4 November 2008

Source: http://thestar.com.my/news/story.asp?file=/2008/11/4/nation/20081104174045&sec=nation

Yang mana satu atau dua2?

Or A Combination of Both

If you're a basic-rate tax payer with a pretty good chance of becoming a higher-rate tax payer at some time in the future, then it's an excellent idea to save into an ISA first. You can build up a lump sum in the ISA wrapper while your earnings are still subject to income tax at the basic rate.

But once you have sufficient earnings on which you pay higher-rate tax, the perfect opportunity emerges to move your savings into a pension. You won't suffer any capital gains tax (CGT) by closing your ISA, but by moving the sum into a pension you'll instantly qualify for 40% tax relief on that amount. And this is going to be a massive boost to your pension fund.

That said, this only applies as long as you have sufficient earnings in the tax year which are subject to higher-rate tax to cover the amount of the contribution. If you don't have enough earnings on which you pay 40% tax, then you could move money in phases out of your ISA and into your pension over a series of tax years, although you'll need to ensure your ISA allows partial withdrawals.

So that concludes the main factors you need to think about. Remember whichever route you go down, choose an investment fund which is consistent with your attitude to risk and keep an eye out for the charges too. To a certain extent that final decision will depend on your personal circumstances but perhaps it shouldn't even be an 'either/or' question.

I think the best option is to invest as much as you can comfortably afford into pensions and ISAs to get the best of both worlds while taking advantage of all the generous tax breaks.

NB: For full article http://www.fool.co.uk/news/retirement-pensions/2007/11/05/pensions-versus-isas.aspx